Meydi: Berserah, bukan Berharap

4

Nama lengkap : Mey Diana Sari
Nama panggilan : Meydi
TTL : Jakarta, 20 Mei 1992
Pendidikan formal :
• TK Cendrawasih, Jakarta Barat (1998-1999)
• SD Tunas Agung, Tangerang (1999-2004)
• SMP Santa Patricia (2004 - 2007)
• SMA Santa Patricia (2007 - 2010)
• Fakultas Ilmu Komunikasi Public Relations UMN, Tangerang (2010 - sekarang)
Pengalaman Organisasi :
• Anggota Duta Music Course (2010 - 2012)
• OQ Modelling School, Kelapa Gading (2012)
• Staf Pengajar di STAR Children Church GBI Duta Garden (2007 - sekarang)
• Anggota Duta Event Organizer sebagai MC dan fotografer (2010)
• Tim penulis di STAR Children Curch’s Curriculum Book (2011 - sekarang)
• Volunteer di acara “Anak Kolong” (2012)
• Pemimpin Redaksi Blessing News di GBI Duta Garden (2012 - present)

“Sudah, coba aja. Tidak ada salahnya. Kalau pun gagal, yang penting kamu sudah mencoba.” Dukungan dari keluarga itulah yang mendorong Mey Diana Sari mengikuti ajang Miss Indonesia 2013.

Sosoknya tinggi semampai, sapanya memancarkan keramahan. Itulah bagaimana teman-temannya mengenal perempuan yang akrab disapa dengan Meydi ini. Ia sadar bahwa kontes Miss Indonesia berbeda dengan kontes-kontes lainnya. “Di kontes ini kita tidak hanya butuh brain, tapi juga butuh attitude yang baik,” tuturnya.

Saat ditanya alasannya mengikuti Miss Indonesia 2013, ia tersenyum. “Awalnya tertarik karena merasa di umur 20 tahun ini saya ingin memberikan kontribusi lebih, kususnya kepada keluarga, provinsi dimana saya ditempatkan, dan kalau bisa Indonesia,” jawab mahasiswi Public Relations 2010 Universitas Multimedia Nusantara ini.

Dengan antusias, Meydi menceritakan awal perkenalannya dengan ajang tersebut. Meydi sudah menggeluti dunia modelling sejak lama, namun tak pernah terpikir untuk ikut ajang sebesar Miss Indonesia. “Tahunya dari teman. Eh, udah dibuka nih, Miss Indonesia. Nah, kebetulan pada 15-16 November itu dibuka audisi Miss Indonesia. Dikabarin lolos itu Januari, dikarantinanya 9 Februari, jadi ada waktu persiapan kurang lebih satu bulan, sampai tanggal 20 Februari itu malam Grand Final,” kisahnya.

Demi meluruskan jalannya, ada beberapa hal yang harus ia penuhi. “Berat dan tinggi badan harus ideal. Sedangkan waktu itu berat badan saya katanya kelebihan, harus diturunkan 3 kilogram. Jadi ya selama satu bulan itu gimana caranya saya jaga berat badan,” ucapnya. Selain itu, Meydi juga memperdalam skill pianonya untuk ditampilkan di Malam Bakat dalam masa karantina. Itu merupakan satu tantangan lain baginya demi mencapai Miss Indonesia.

Selama mengikuti karantina, Meydi beserta kontestan lain diajarkan public speaking. “Kita beruntung banget lho jadi anak Komunikasi. Jadi, saat diajarin sama pembimbingnya, kita sudah tahu, oh itu jendela Johari, dan yang lainnya, hingga Komunikasi jadi dasar segalanya,” terang Meydi. Selain itu, ia juga belajar pembentukan karakter dan seminar motivasi, kunjungan-kunjungan antara lain ke Dahsyat dan Martha Tilaar, serta latihan koreografi.

Prestasi Meydi dalam bidang akademis sudah tidak diragukan lagi. Selama mengenyam pendidikan di sekolah, Meydi selalu mendapat rangking tiga besar. Ia juga sangat aktif dalam beribadah. “Di gereja saya sebagai guru Sekolah Minggu dan saya tergabung di Event Organizer gereja, merangkap sebagai MC dan fotografer. Kemudian, saya juga menulis artikel gereja dan kebetulan saya menjadi pemimpin redaksinya,” cerita putri sulung dari dua bersaudara tersebut.

Kendati tidak terpilih sebagai Miss Indonesia 2013, Meydi tetap berbangga telah dinobatkan sebagai Miss Banten 2013. Saat itu ayahnya memang mengajarkan Meydi agar tidak berharap terlalu tinggi. Mengapa? Karena jika harapan itu terlalu tinggi dan pada akhirnya tidak sesuai dengan keinginan kita, maka akan menyakitkan. “Jadi, dari awal saya berserah sama Tuhan,” lirihnya.

Bicara soal moto hidup, lulusan SMA Santa Patricia ini memiliki moto hidup yang sangat inspiratif. “Hidup itu tidak ditentukan dari garis awal yang kita ambil, tapi dari hasil akhir yang kita capai. Jadi, setiap orang mempunyai kesempatan untuk mencapai garis akhir yang sama,” tuturnya.

Sebagai Miss Banten 2013, Mey tentunya ingin menjadi inspirasi khususnya untuk para wanita di Banten. Meydi akan memotivasi mereka melalui social media yang dia punya dan menyelenggarakan penyuluhan, bakti sosial, dan acara charity di provinsi Banten. “Saya berharap para generasi muda bisa memberikan sesuatu yang positif, paling tidak untuk kampus mereka, provinsi mereka, atau lebih luas lagi untuk Indonesia,” pesan Meydi, ditutup dengan seutas senyum.

Terbit: 04 • KKN VS MAGANG • MMXIII

http://ultimagz-online.com/downloads/ebook/ultimagz-april.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s