Jurnalis = Agen Perubahan

Seiring berjalannya waktu yang makin mengglobal, jurnalis tidak hanya hadir dalam media cetak tapi juga media online. Kehadiran teknologi yang makin canggih memberikan banyak kemudahan dalam segala hal, termasuk masalah konsumsi berita. Sebuah berita dapat sampai pada khalayak umum dengan waktu yang relatif lebih singkat dan up to date. Pesatnya kemajuan teknologi mengakibatkan berbagai macam informasi dengan mudah masuk tanpa ada kualitas pengolahan informasi yang baik. Hal ini membuat isi informasi menjadi kabur. Sejak saat itulah esensi jurnalis media cetak dipertanyakan.

Film “State of Play” mencoba menyuguhkan situasi yang berbeda. Film ini mencoba mengangkat esensi dari media cetak ketika media cetak sudah mulai terancam punah terlebih dengan hadirnya media online. Sebuah film bernuansa politik yang dikemas dengan sangat rapih. Film ini memberikan kisah nyata dan refleksi yang panjang tentang perjuangan seorang jurnalis dalam meliput sebuah berita hingga nyawa pun menjadi taruhannya.

Awal film ini menceritakan seorang pencuri sekaligus pecandu narkoba, Deshaun Stagg ditembak di sebuah lorong yang mengakibatkan seorang pengantar pizza, Vernon Sando, mengalami koma karena ditembak. Sementara, di saat yang sama Sonia Baker, asisten Senator Stephen Collins sekaligus anggota Kongres dari kubu Republik meninggal akibat terjatuh dan terlindas kereta api. Publik menganggap kematian dua manusia itu sebagai peristiwa biasa yang tidak ada kaitannya.

Adanya media online dan live streaming dari media televisi mulai membuat interpretasi terhadap kejadian itu. Sebuah interpretasi yang belum tentu ada kebenarannya. Dari sinilah hadir seorang jurnalis media cetak bernama Cal McAffrey, seorang wartawan Washington Globe. Melalui film ini terlihat sangat kontras persaingan antara media cetak dan media online. Satu hal yang ingin ditonjolkan adalah media cetak lebih berhati-hati pada keakuratan, kecepatan dan kedalaman dari berita, serta interpretasi yang tepat..

Sosok Cal sebagai seorang jurnalis media cetak mampu melihat keterkaitan yang sangat kuat dari kejadian yang seolah tak berhubungan ini. Tidak berhenti di situ, Cal juga mampu melihat ada cerita di balik cerita yang bisa dimunculkan ke permukaan. Di sinilah seorang jurnalis harus dapat memiliki naluri berita yang baik. Seorang jurnalis harus dapat memiliki naluri dan pemikiran yang jauh ke depan untuk mengetahui mana yang berita, mana yang bukan.

Cal berniat menyelidiki kematian Sonia Baker yang ternyata terlibat menjalin hubungan percintaan dengan Stephen Collins, anggota kongres sahabat baik Cal. Dengan terus dibayangi oleh perasaan bersalahnya karena pernah berselingkuh dengan istri Stephen, Anne, Cal berniat menyelidiki kasus tersebut. Ternyata Cal dibantu jurnalis media online saingannya di Globe, Della Frye. Sebuah kasus besar yang tanpa disadari dapat menggiring mereka pada teori konspirasi yang panjang dan rumit.

Di tengah penyelidikannya, Cal bertemu dengan seorang gadis, Mandi Brokaw, yang ternyata kekasih Deshaun Stagg. Gadis itu memberikan foto-foto Sonia bersama laki-laki yang tidak diketahui namanya. Di foto itu, Sonia sedang menangis. Dengan bantuan Della, Cal memulai penyelidikannya untuk mencari kebenaran yang terjadi di balik pembunuhan Sonia. Ia menempatkan Della untuk melihat kondisi Sando di rumah sakit. Tidak lama, terjadi penembakan oleh seseorang yang tidak di kenal yang mengakibatkan Sando mati.

Della sempat trauma akan kejadian itu. Namun Cal mencoba menguatkan Della dan tetap ingin menyelidiki kasus ini sampai tuntas. Pencarian narasumber adalah hal terpenting dalam penulisan berita yang lebih akurat dan alur cerita yang jelas. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan data verifikasi yang jelas. Oleh karena itu, Della dan Cal berusaha menyelidiki siapa saja dalang dibalik kematian Sonia. Saat itu Cal menemui Dominic Foy, pria yang ada di foto tersebut, yang bekerja sebagai PR di PointCorp. Di sinilah kekuatan jurnalis begitu besar. Jurnalis dapat memaksa narasumber untuk bercerita jujur dan mendapatkan informasi yang diinginkan agar tidak disebutkan namanya di dalam berita.

Di waktu yang bersamaan Della mencari kerabat dekat Sonia. Rhonda Silver, seorang wanita hiburan, yang merupakan teman sekamar Sonia. Saat Della sedang mengamati, ia melihat kamera CCTV, seseorang yang mirip ia temui di lift rumah sakit sesaat sebelum terjadi penembakan Sando. Ia menyerahkan foto laki-laki itu kepada Cal. Cal mencari info dari ‘orang dalam’ PointCorp tentang si penembak Sando. Cal memberikan foto kepadanya. Kemudian ia mendapat nama Fred Summer. Lalu ia pergi ke sebuah apartment.

Setelah diselidiki, ternyata yang menempati kamar Fred Summer adalah pria penembak itu. Cal kemudian lari dan terjadi baku tembak sebelum polisi datang. Polisi marah besar kepada Cal karena ia mengambil alih beritanya dan tidak menyerahkan kasus tersebut kepada polisi. Menurut saya, bagian inilah yang sangat menarik. Film ini coba menunjukkan terjadinya pergeseran fungsi dan peran jurnalis dan polisi. Seorang wartawan yang memiliki kegiatan rutin dalam menulis dan mengejar deadline, tetapi yang disuguhkan justru aktivitas seputar otopsi mayat, pengungkapan bukti-bukti, pencarian narasumber, dan aksi lainnya. Inilah yang dinamakan hak istimewa seorang wartawan.

Makin dekat dengan kebenaran, namun Cal malah makin ragu untuk melanjutkan penyelidikannya. Cal tahu apa yang akan ia ungkap bahwa akhirnya dapat menggoyahkan pilar kepemimpinan negara dan hidupnya pun akan terancam. Dilema mengejar kebenaran dan mempertahankan persahabatan menjadi salah satu persoalan. Akhirnya dengan tuntutan deadline, Cal harus dapat memberikan informasi yang tetap relevan bagi banyak masyarakat. Di tengah deadline, Annie dan Stephen datang ke Washington Globe dan memberikan pengakuan. Setelah Collin memberikan pengakuan, lalu ia pergi. Namun, ada kejanggalan.

Di malam hari yang sama, Cal menghampiri Collin tentang kejanggalan itu. Collin mengaku bahwa ia menyuruh orang, Robert Bingham, untuk memata-matai Sonia karena tingkah laku Sonia yang berubah kepada Collin. Sayangnya, Bingham malah membunuh Sonia. Bingham akhirnya tewas tertembak polisi setelah ia berusaha untuk membunuh Cal di parkiran. Hal tersebut membuktikan bahwa untuk mendapatkan berita ‘hebat’ butuh perjuangan keras dan konsekuensi yang tidak mudah.

Jurnalisme bukan hanya sekadar menulis. Jurnalisme adalah seni dan profesi dengan tanggung jawab yang besar. Sikap Cal di dalam film itu telah menunjukkannya. Jurnalis dapat melihat setiap peristiwa dengan sudut pandang yang berbeda dengan pandangan orang lain. Jurnalis dapat melihat sebuah ketertarikan dan keunikan tersendiri dari peristiwa yang ingin ditelusuri. Dari sinilah jurnalis harus memiliki sikap bertindak cepat/cekatan dan memberikan penafsiran atau arti yang khusus pada setiap peristiwa. Jurnalis tidak hanya menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi akan terus mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang jurnalis. Satu hal yang penting adalah seorang jurnalis tidak bekerja di dalam tapi terjun ke dunia luar. Sikap skeptis dan keingintahuan yang besar terkadang malah membawa seorang jurnalis pada konsekuensi terberat yakni kematian. Hal itu dilakukan demi mendapatkan sebuah berita.

Di akhir film, segala kejadian yang didapatkan Cal dan Della selama ini diketik ulang oleh Cal. Berita itu menjadi headline yang mengesankan tanpa adanya kejadian yang ditutup-tutupi. Prinsip paling utama seorang jurnalis adalah kebenaran. Cal telah menulis berita itu dengan hati nuraninya tanpa memilih siapa yang ditulisnya, sekalipun itu menyangkut reputasi sahabatnya sendiri. Berita akhirnya tersebar dan Collin tertangkap. Berita tersebut disebarkan kepada masyarakat luas karena masyarakat berhak tahu tentang apa yang terjadi sebenarnya. Peran pers sangat tervisualisasikan dengan baik di film ini. Dampak dari sebuah pemberitaan adalah reputasi seseorang. Sejak saat itulah ketika pemberitaan muncul, maka perubahan pun akan terjadi.

Jurnalis adalah agen perubahan. Mungkin banyak orang bertanya-tanya, mengapa jurnalisme dikorelasikan dengan kata perubahan? Namun, kata itulah yang sekilas terlintas dalam benak saya ketika mendengar kata jurnalisme. Bagi saya, jurnalisme mempunyai peran yang sangat penting dan dapat membuat adanya sebuah perubahan. Perubahan itulah yang menimbulkan adanya sebuah gebrakan baru. Sebuah gebrakan yang dapat mengubah suatu kejadian ke arah yang diinginkan oleh sang jurnalis melalui kekuatan tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s