Baturaden ‘Ayu’

Baturaden ‘ayu’. Mungkin Anda akan bertanya-tanya, “Mengapa ‘ayu’? Batu kok ‘ayu’? Raden kok ‘ayu’? Sing ‘ayu’ kan aku.” Lah? Baik, daripada Anda terus merasa bingung karena memperdebatkan ada apa di balik kata ‘ayu’. Maka, marilah saya beri tahu. (Malah dikasih tahu. Siapa yang minta tahu?)

Kata ‘Ayu’ ini diambil dari kata jawa yang artinya adalah ‘Cantik’. Penggunaan kata ini adalah sebagai kata ungkapan untuk memuji para wanita. Demikianlah penulis menggunakan kata tersebut untuk mengungkapkan ketakjubannya setelah melakukan perjalanan ke daerah Purwokerto terlebih ke Lokawisata Baturaden. Lokawisata Baturaden memang dapat disebut sebagai tempat wisata yang cantik atau menarik dari segi keindahan alam maupun penduduknya.

Saat ini, siapa yang tidak kenal Lokawisata Baturaden? Banyak orang di kawasan kota Purwokerto bahkan penduduk di luar kota Purwokerto pun seperti halnya Jakarta, Bandung, Kupang mengetahui akan hadirnya tempat ini. Di balik kota yang tidak begitu terkenal ini ternyata menyimpan keindahan alam yang sangat menarik dan cantik untuk dapat dinikmati. Keindahan alamnya yang memukau membuat orang-orang semakin tertarik untuk menjadikan tempat wisata ini sebagai tujuan utama liburan.

Di Baturaden ini memang semua bernuansa batu dengan dialiri aliran sungai yang sangat jernih dan indah. Aliran tersebut membuat adanya air terjun yang memang tidak terlalu tinggi namun membuat tempat ini menjadi terlihat sangat menarik. Baturaden ini terletak di lereng Gunung Slamet. Hal ini menyebabkan Baturaden memiliki suasana yang sangat damai, tentram, sejuk, permai, dan dihiasi banyak pepohonan yang membuat suasana di Baturaden ini semakin bersahabat. Mungkin demikianlah sehingga tempat ini disebut sebagai Baturaden yang terdiri dari dua kosa kata yakni ‘Batur’ dan ‘Raden’. Raden di sini adalah panggilan kehormatan yang biasa digunakan oleh orang Keraton.

Pemandangan di tempat ini sudah tidak dapat diragukan lagi. Jika Anda masih terus mendaki sejauh 300 meter dari awal tempat Anda masuk, maka Anda akan sampai pada tempat yang bernama ‘Pancuran Tiga’. ‘Pancuran Tiga’ di sini adalah sebuah tempat di mana di sana terdapat tiga pancuran air panas. Anda juga dapat melihat pancuran yang lebih banyak yakni sebanyak tujuh, ‘Pancuran Tujuh’. Namun untuk dapat sampai ke sana, Anda masih harus jalan naik lagi sejauh 2.5 kilometer. Selama di perjalanan itu, Anda akan melewati tebing yang tinggi dan terdapat aliran sungai kecil yang juga dialiri oleh adanya belerang dari Gunung Slamet.

Jika Anda merasa lelah, di sana Anda akan menemukan jasa pijat refleksi. Uniknya, ternyata di sana terdapat kamar mandi yang bertuliskan Rp.3500,-/15 menit. Anda akan tertawa karena di sana jam mandi Anda akan diberi waktu. Banyak pengunjung mandi di sana karena memanfaatkan adanya air belerang. Adanya permandian air panas membuat tempat ini menjadi banyak dipadati oleh pengunjung. Pemandangan yang sangat indah juga dapat Anda jumpai saat sampai di puncak. Di sana Anda dapat melihat keindahan kota yang biasa dikenal dengan kota ‘ngapak’ ini dari ketinggian sekitar 1000 meter di atas permukaan air laut. Jika Anda merasa lelah dan lapar, tidak usah khawatir karena di tempat ini ada banyak pedagang yang menjajakan sajian khas berselera khas Purwokerto seperti halnya tempe mendoan, sate kelinci, dan masih banyak lagi. Di tempat ini, Anda juga akan menemui banyak pedagang susu murni yang harganya hanya berkisar Rp.4000,-. Hal ini dikarenakan, di tempat ini terdapat peternakan sapi. Di samping itu,  di Lokawisata Baturaden ini juga terdapat tukang foto keliling. Sehingga jika Anda ingin mengabadikan kenangan Anda bersama keluarga tercinta Anda, Anda tidak usah repot-repot membawa kodak film sendiri. Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp.10000,-/foto dan langsung jadi. Sungguh tempat wisata yang sangat menarik.

Lokawisata Baturaden ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tujuan utama para keluarga dalam mengisi liburan panjang. Apalagi tempat ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas areal bermain bagi anak-anak, kolam renang, bioskop 4D, dan  teater alam. Semua itu menjadikan tempat ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata bagi orang tua atau dewasa, namun juga semua kalangan termasuk anak anak. Anda tidak akan merasa rugi jika datang ke tempat ini.

Inilah sebagian kecil dari banyaknya keindahan alam yang telah Tuhan buat untuk manusia. Sekarang semua kembali kepada kita, yakni bagaimana cara kita melestarikannya.

Akhir kata, saya ingin bertanya, “‘ayu’, bukan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s