Tetap Belajar Meski UN Berlangsung

Pada umumnya seiring UN berlangsung, semua siswa terkecuali para siswa yang sedang duduk di kelas akhir diliburkan untuk belajar di rumah. Hal ini dikarenakan waktu pada proses kegiatan belajar dan mengajar yang dirasa kurang efekif dan optimal kendati beberapa faktor yang berkenaan dengan berlangsungnya UN tersebut.

Di SMA Seminari Mertoyudan selama UN berlangsung (22-26 Maret 2010), proses kegiatan belajar dan mengajar pada kelas X, XI, Kelas Persiapan Pertama dan Kelas Persiapan Atas tetap berlangsung. Sehingga semua siswa tetap hadir di sekolah. Para siswa pun terlihat begitu antusias dan semangat dalam mengikuti proses kegiatan belajar dan mengajar yang ada.

Namun di kebanyakan sekolah kerapkali ditemukan siswa-siswi kelas X dan XI yang diliburkan dengan berbagai faktor yang ada. Seperti halnya kekurangan ruangan ujian yang seringkali disiasati oleh banyak sekolah dengan menggunakan ruangan-ruangan kelas X dan XI. Di lain sisi, faktor yang paling besar persentasenya mengapa mereka diliburkan adalah soal keheningan. Banyak sekolah mempunyai perspektif bahwa apabila siswa-siswi kelas X dan XI mengadakan proses kegiatan belajar dan mengajar maka suasana di sekolah akan menjadi gaduh dan keheningan pun tidak bisa terjaga dengan baik. Sehingga hal ini mengganggu konsentrasi dari siswa-siswi kelas XII yang sedang menghadapi UN.

Namun di SMA Seminari Mertoyudan, hal-hal semacam itu tidaklah menjadi kendala atau permasalahan yang besar. SMA Seminari memiliki cukup ruangan agar proses kegiatan belajar dan mengajar pada kelas X, XI, Kelas Persiapan Pertama dan Kelas Persiapan Atas tetap berlangsung meski bertepatan dengan berlangsungnya UN pada kelas XII. Di lain hal, jarak antara ruangan-ruangan yang digunakan untuk ujian dengan beberapa kelas dibawahnya pun juga berjauhan. Sehingga di samping proses kegiatan belajar dan mengajar bisa berlangsung dengan baik, keheningan pun juga tetap bisa terjaga.

Walaupun memang tak bisa dipungkiri pula bahwasanya selama proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsung, terkadang ada pula dijumpai beberapa kelas yang gurunya tidak dapat hadir secara penuh atau bahkan tak dapat hadir sepenuhnya. Hal ini dikarenakan guru yang bersangkutan harus menjaga berlangsungnya UN di sekolah yang sudah ditentukan. Sehingga hal semacam ini kerap dinamakan oleh para siswa sebagai jam kosong.

Namun jam kosong ini tetap digunakan oleh para siswa dengan baik. Para siswa mencoba untuk belajar secara pribadi agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan efektif tanpa mengganggu proses UN pada siswa kelas XII. “Kita belajar toh kan tidak hanya semata-mata harus selalu ada gurunya. Namun dari sini, kita secara nyata bisa belajar lebih dewasa dan mandiri dalam mengisi jam kosong itu dengan kegiatan-kegiatan yang lebih mengembangkan,” tutur Petrik Yoga Sasongko XI IPA.

Di lain sisi apabila guru yang bersangkutan benar-benar tidak dapat hadir, guru yang bersangkutan mencoba memberikan instruksi sebentar kepada para siswa untuk mendalami bab-bab atau materi dengan cara berkelompok maupun secara individual yang nantinya akan dipelajari lebih lanjut. Lalu guru tersebut meminta ijin untuk meninggalkan kelas. Atau bahkan apabila guru tidak memberikan tugas khusus kepada para siswa, tak sedikit pula siswa yang mengefektifkan jam kosong dengan membaca buku, koran atau majalah di perpustakaan sekolah, mencari data atau informasi tambahan melalui internet di perpustakaan, mencari buku yang akan dipinjam atau mengerjakan tugas-tugas sekolah lainnya. Sehingga jam kosong tersebut sungguh-sungguh mempunyai relevasi atau kegunaan yang sangat besar untuk menciptakan siswa yang kreatif, mandiri serta dewasa dalam menggunakan jam kosong menjadi lebih efektif dan yang mengembangkan bagi mereka.

Mungkin hal serupa bisa diterapkan pada sekolah-sekolah menengah pertama yang nantinya pada kelas IX akan menghadapi UN pula. Sehingga para siswa-siswinya tetap bisa hadir di sekolah dan mengikuti proses kegiatan belajar dan mengajar seperti biasa. Sekaligus mereka juga bisa belajar untuk mengembangkan kemandirian serta kedewasaannya masing-masing dalam memanfaatkan waktu-waktu yang ada dengan berbagai hal yang lebih mengembangkan bagi mereka.

Nikolaus Harbowo (SMA Seminari Mertoyudan Magelang)

2 thoughts on “Tetap Belajar Meski UN Berlangsung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s