Berbagi Kasih Bagai Satu Kelaurga

Berbagi Kasih bagai Satu Keluarga

Kaum muda jaman sekarang pada umumnya sudah merasa risi terlebih dahulu apabila menjamah ataubahkan hanya sekedar bertemu dengan para penyandang cacat. Namun kehadiran para siswa sungguh ingin membuktikan dan membuka cakrawala kita untuk bisa saling berbagi kasih dengan siapapun terutama antar sesama kita yang lebih membutuhkan.

Pada tanggal 27 April 2010, sebanyak 64 siswa dari Kelas Persiapan Pertama, Kelas Persiapan Atas dan Kelas X yang terbagi ke dalam dua presidium, Ratu Para Rasul dan Ratu Pecinta Damai dalam perkumpulan Legio Mariae Seminari Menengah Mertoyudan mengadakan kunjungan ke Panti Asih, Pakem, Yogyakarta. Kelompok yang dimoderatori oleh Rama Antonius Saptana Hadi, Pr dengan didampingi oleh Bruder Antonius Dieng Karnedi, SJ ini ternyata memiliki alasan serta latar belakang tersendiri akan diadakannya kegiatan ini. Kegiatan yang sudah rutin diadakan dua kali untuk setiap tahunnya ini adalah untuk dapat semakin menumbuhkembangkan rasa peka dan semangat pelayanan bagi para siswa untuk semakin peduli dengan berbagi kasih dan cinta terhadap mereka yang lebih membutuhkan kasih sayang.

Seminari Menengah Mertoyudan memang sudah sejak lama mengadakan kegiatan seperti demikian. Kegiatan ini kerap dinamakan dengan kunjungan kasih. Legio Mariae Seminari Menengah Mertoyudan juga memiliki dua presidium lain yakni Bintang Timur dan Bunda Yesus. Kedua presidium tersebut pada pertengahan bulan November 2009 lalu juga telah mengunjungi tempat seperti demikian, yakni Sekolah Luar Biasa Rindang Kasih, Secang.

Memang tidak semua penyandang cacat yang ada sekitar 80 orang itu dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Sehingga, para siswa hanya bisa menemani sekitar 30 orang penyandang cacat. Penyandang cacat itu ada yang berumur 10 tahun hingga berumur 63 tahun. Di samping itu, agar para siswa bisa semakin merasakan buah dari semangat pelayanan dan persaudaaraan, maka ditetapkanlah paling tidak satu siswa menemani satu orang penyandang cacat. Walaupun memang tidak bisa dipungkiri pula bahwa ada beberapa penyandang cacat yang masih sulit untuk diajak berkomunikasi. Namun dari sinilah para siswa diajak untuk bisa belajar lebih mengerti akan perasaan mereka dan apa yang mereka ingini. Dan kebahagiaan pun semakin memuncak ketika para siswa dapat membaur dengan mereka dengan berbagi tawa, bernyanyi, menari hingga makan bersama, hingga merasakan cinta bagai satu keluarga.

Panti yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-41 pada bulan Mei ini, ternyata tidak memiliki penghasilan sendiri dari dalam untuk memenuhi kebutuhan panti. Sehingga secara rutin panti ini masih harus tergantung pada pemerintah dan para donatur dengan mengambil sumbangan dari Departemen Sosial Pemerintah kota Yogyakarta demi perkembangan panti tersebut.

Tak disangka ternyata panti yang sudah berdiri sejak tahun 1969 ini telah memiliki sebanyak 50 orang pengasuh. “Para pengasuh itu adalah wujud dari sebuah panggilan cinta. Oleh karena itu, kita bisa belajar banyak dari semangat pelayanan mereka,” pesan Rama Sapatana Hadi, Pr kepada para siswa pada penghujung acara.

Melalui kunjungan kasih ini, setidaknya telah membuktikan bahwa cacat fisik maupun mental bukanlah sebagai penghalang untuk saling berbagi kasih dan cinta. Dan ternyata keadaan yang serba kekurangan itu tak akan mampu menghalangi hubungan persaudaraan antara manusia. Dan sungguh para siswa telah merasakan kebahagiaan tersendiri setelah bisa melayani mereka yang lebih membutuhkan daripada kita dengan sepenuh hati.

Nikolaus Harbowo (SMA Seminari Menengah Mertoyudan)

http://kompas.realviewusa.com/?iid=36179&startpage=page0000006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s